Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Ahok Jawab Pertanyaan Jika Dirinya Jadi Presiden Indonesia

Headline
Ahok Jawab Pertanyaan Jika Dirinya Jadi Presiden Indonesia Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). (Foto: Instagram/basukibtp)

Pantau.com - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menjawab pertanyaan apa yang akan dilakukannya jika menjadi Presiden Republik Indonesia, yakni pemutihan dosa-dosa lama di pemerintahan.

"Langsung ada pemutihan dosa-dosa lama supaya jangan rezim ke rezim itu terus menjadikan ini semacam ATM. Siapa yang ngga pernah buat salah gitu. Dulu saya pernah sampaikan, kalau pilkada seluruh Indonesia, siapapun yang ikut harus bisa membuktikan secara terbalik hartanya," kata Ahok, seperti dikutip Pantau.com, dari video yang diunggah channel YouTube Butet Kertaradjasa dengan judul 'Kalau Ahok Jadi Presdien, Apa yang Dilakukan?', Senin (19/10/2020).

"Kalau kamu mengatakan harta orang tua saya korup, tidak apa-apa. Minimal rakyat tahu, kenapa kamu punya harta sekian puluh miliar ratus miliar. Ya kamu tinggal declare, ini warisan dari ayah saya mantan pejabat ini. Rakyat yang putuskan."

Baca juga: Blak-blakan Ahok Soal Borok Pertamina di Antara 2 Sinyal Kuat

Pria yang akrab disapa BTP itu juga mengungkapkan, jika ada anak seorang pejabat yang melakukan korupsi, belum tentu sang anak akan menjadi koruptor juga. Ia mengatakan, harus ada pembuktian kepada rakyat dari para anak pejabat koruptor.

"Tapi ada pembuktian terbaik sesudah itu. Karena kita masih asumsi, anak pejabat yang korup pun belum tentu korup. Belum tentu dia tidak punya hati melayani rakyar. Belum tentu dia tidak punya hati menolong yang miskin yang membutuhkan pertolongan. Tapi yang penting di situ, dia harus membuktikan harta darimana, pembuktian terbalik dia pejabat, gaji pejabat diperbaiki," jelas Ahok.

Lebih lanjut, Ahok mengatakan jika dirinya menjadi presiden, ia akan menaikkan tunjungan operasional kepada aparatur negara namun dalam penggunaan anggaran yang jelas tercatat. "Aparat semua harus dinaikkan gajinya. Prajurit TNI-Polri bagaimana, kita bisa subsidi langsung ke orangnya. Caranya bagaimana? Anda kalau pergi operasi perang di mana, tiap pulang dapat diskon (belanja) 10 persen. Dua kali perang dapat diskon 20 persen," jelas Ahok.

"Kalau sekarang, maaf saja, saya dapat penghargaan perang begitu banyakpun datang ke Indomaret mau beli susu, ngga ada duit ya ngga dapat susu saya."

Baca juga: 'Telanjangi Pertamina', Cara Ahok Basmi Mafia Migas?

Ahok juga menjawab ketika ditanya bagaimana dengan mereka yang terlibat dalam kejahatan kemanusiaan. Ia mengaku akan memberikan pengampunan namun dengan catatan.

"Kita tinggal proses supaya rakyat tahu siapa yang berbuat, dari mana ada perjalanan kejahatan seperti itu. Setelah itu sebagai Kepala Negara, berhak memberikan pengampunan. Itu rekonsiliasi bangsa ini. Rekonsiliasi bukan berarti menutupi kejahatan, tapi kejahatan apapun harus tercatat sehingga rakyat akan belajar tentang apa itu kesalahan yang dilakukan para penguasa terlebih dahulu," ungkap Ahok.

Namun sayangnya, segala tindakan yang akan dilakukan Ahok ketika menjabat sebagai Presiden pun tidak bisa dilakukan. Karena pada dua tahun lalu, ia pernah menjadi terpidana kasus penodaan agama. Diketahui, syarat untuk calon presiden harus terbebas dari pidana penjara. Kendati demikian, Ahok mengatakan dirinya masih bisa menjadi presiden. "Saya masih bisa jadi Presiden, Presiden Direktur," ujarnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: