Pantau Flash
Bamsoet Disuntik Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua
Total Kasus Positif COVID-19 RI Capai 1.037.993 per 28 Januari 2021
Dua Kantor Swasta di Surabaya Terapkan Denda Rp250 Ribu bagi Karyawan Tak Pakai Masker
Jenderal Wismoyo Arismunandar Tutup Usia, Mantan KASAD dan Ipar Soeharto
Uji Klinis Fase 1 Vaksin Merah Putih Pertengahan 2021

1,2 Juta Tenaga Medis Akan Jalani Vaksinasi Gelombang Pertama

1,2 Juta Tenaga Medis Akan Jalani Vaksinasi Gelombang Pertama Ilustrasi vaksin COVID-19 (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Sebanyak 1,2 juta tenaga kesehatan, yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan pandemi virus korona di Indonesia, akan menjalani vaksinasi COVID-19 pada tahap pertama yang dimulai hari ini.

"Saat ini sudah ditetapkan ada 1,2 juta orang tenaga kesehatan yang jadi sasaran prioritas, mulai hari ini akan divaksinasi sesuai dengan sasaran yang ada di setiap wilayah," kata Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Halik Malik, Rabu (13/1/2021).

Baca juga: Presiden Jokowi Sudah Diberi Vaksin Sinovac, Begini Kata Tim Dokter

Halik menyampaikan bahwa tenaga kesehatan merupakan kelompok yang rentan terhadap virus corona karena berada di garda terdepan sehingga menjadi yang diprioritaskan.

"Perlu dipastikan mereka mendapat perlindungan yang baik salah satunya memiliki kekebalan terhadap COVID-19," ujar Halik.

Untuk tata laksana vaksinasi, para tenaga kesehatan diharapkan mendaftar melalui aplikasi PeduliLindungi Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di sana, tenaga kesehatan akan mendapatkan jadwal dan juga tempat melakukan vaksinasi.

"Jadi yang sudah terdaftar bisa mengikuti sesuai dengan jadwal yang ada. Bisa di rumah sakit, puskesmas atau pos-pos vaksinasi lainnya yang telah ditetapkan pemerintah," jelas Halik.

PB IDI sendiri mengimbau kepada seluruh dokter dan anggota IDI untuk mengikuti program vaksin COVID-19.

"Demi terbentuknya kekebalan sehingga dapat mengurangi angka kematian dokter," kata Halik.

Baca juga: Presiden Jokowi: Vaksinasi Adalah Bentuk Ikhtiar untuk Keluar dari Pandemi

Halik juga menyampaikan kepada masyarakat bahwa vaksin COVID-19 sudah melewati proses yang panjang sehingga aman untuk digunakan. Selain itu, vaksin tersebut juga sudah mendapat sertifikat dari BPOM dan MUI yang terjamin halal.

"Oleh karena itu tidak ada keraguan lagi, semua pihak diminta untuk meyakini kualitas vaksin yang ada dan bersama-sama menyukseskan vaksinasi COVID-19," ujar Halik.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: