Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

PBB Sebut Kekerasan Terhadap Massa Iran 'Mengerikan'

PBB Sebut Kekerasan Terhadap Massa Iran 'Mengerikan' Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Antonio Guterres di Markas Besar PBB, New York, (24/9/2019). (Foto: REUTERS/Carlo Allegri)

Pantau.com - Tuduhan kekuatan mematikan terhadap massa di Iran harus diselidiki secara menyeluruh. Hal itu diungkapkan juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Senin 13 Januari 2020. Ia menyebut laporan kekerasan terhadap mereka yang memprotes jatuhnya pesawat sipil Ukraina sangat mengerikan.

"Jelas kami mengikuti secara cermat demonstrasi yang berlangsung hari ini dan selama akhir pekan di Iran dan Sekjen PBB kembali mengingatkan hak kebebasan berekspresi dan berserikat dalam aksi damai," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric di hadapan awak media.

Pemrotes turun ke jalan untuk mengecam penguasa ulama Iran dan polisi anti huru hara dikerahkan untuk menghadapi mereka pada Senin, hari ketiga demonstrasi pasca otoritas mengaku tak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina.

Baca juga: Iran pada PBB: Amerika Serikat Telah Memulai Perang Dunia

Sejumlah gambar dari demonstrasi dua hari sebelumnya memperlihatkan genangan darah dan evakuasi korban luka. Suara tembakan dapat terdengar meski aparat kepolisian membantah melepaskan tembakan.

Dujarric mengatakan Guterres mencatat pengumuman oleh Iran bahwa pihaknya tak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang.

"Sangat penting bahwa otoritas memastikan penyelidikan yang transparan dan menyeluruh atas apa yang terjadi, dalam insiden tragis ini dan bahwa penyelidikan dilakukan berdasarkan Annex 13 Konvensi Penerbangan Sipil internasional, dengan keterlibatan negara-negara terkait yang terkena imbas," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: