Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Mutasi COVID-19 Itu Ditemukan Lagi, Kali Ini dari Rusia Bernama B11317

Headline
Mutasi COVID-19 Itu Ditemukan Lagi, Kali Ini dari Rusia Bernama B11317 Pakar mengatakan meski namanya adalah virus corona jenis Rusia, tapi bukan berarti virus ini benar-benar berasal dari Rusia.(Foto: Reuters/Shamil Zhumatov via ABC News)

Pantau.com -  Muncul kekhawatiran setelah jenis baru virus corona terdeteksi di Queensland pada pekan ini. Dikenal sebagai virus corona jenis Rusia, pihak otoritas kesehatan di Australia masih mencari tahu rinciannya untuk menentukan seberapa menular.

Saat ini di Australia hanya diketahui ada dua kasus COVID-19 yang berasal dari virus asal Rusia, yakni di Queensland. Keduanya terdeteksi berasal dari hotel yang jadi tempat karantina warga Australia yang pulang dari luar negeri.

Dua orang yang diyakini tertular virus corona jenis Rusia ini diketahui telah terbang dari Doha dengan maskapai penerbangan Qatar Airways, nomor penerbangan QR898.

Apa yang kita ketahui sejauh ini soal strain Rusia?

Tidak banyak. Hanya diketahui telah beredar penularannya di Inggris, Thailand, dan Swiss sejak awal Desember lalu. Nama resmi dari jenis Russia ini adalah B.1.1.317, demikian dilansir ABC News, Jumat (5/3/2021).

Tapi Profesor Peter Collignon, pakar penyakit menular dari Fakultas Medis di Australian National University (ANU) memperingatkan pentingnya untuk tidak terlalu panik dan bereaksi berlebihan saat ditemukan virus jenis baru.

"Ini sama saja seperti kita dengar ada jenis Afrika Selatan, jenis Brasil, sekarang jenis Kalifornia, New York," ujar Profesor Collignon kepada ABC Radio Brisbane.

"Mereka menular dengan cara yang sama, lewat tetesan air liur, yang berarti partikel menjadi lebih besar saat kita terlalu berdekatan," ujarnya. "Jadi semua hal yang telah kita lakukan untuk mengurangi risiko virus sebelumnya tetap akan mampu melawan jenis ini."

Sementara itu, Profesor Kirsten Spann dari Queensland University of Technology mengatakan sulit untuk memahami seberapa signifikan virus jenis ini. "Saya sudah mencari di literatur dan sepertinya tak banyak laporan soal apa itu tepatnya mutasi," ujar Profesor Spann.

Kenapa disebut sebagai jenis Rusia?

Profesor Collignon mengatakan nama biasanya diambil dari mana virus ini berasal. "Kita menjadi sangat xenofobia, saya melihat satu laporan utama atau artikel dari Rusia, mereka tidak khawatir tentang virus jenis Rusia, tapi takut dengan yang dari Inggris," katanya.

"Jadi semua orang menjadi paranoid setiap kali itu virus dari tempat lain jauh lebih buruk, namun sebenarnya tidak ada bukti jika virus-virus ini bisa menyebar dengan cara yang berbeda.

Pada akhirnya, menurut Profesor Collignon, nama Rusia juga menjadi lebih mudah dipahami ketimbang nama resmi B.1.1.317. Sementara itu, pakar virologi dari University of Queensland, Dr Kirsty Short mengatakan meski jenis virus ini ditemukan di Rusia, tapi bisa jadi bukan berasal dari Rusia, yang berarti penamaannya keliru.

Baca juga: Mutasi COVID-19 B117 Pengaruhi Manfaat Vaksin? Dokter UGM Buka Suara

Seberapa menular virus corona jenis baru?

Profesor Collignon mengatakan dia tidak terkejut jika varian tertentu dair virus corona menyebar lebih mudah. "Apakah mereka berubah begitu banyak sehingga menjadi lebih menular? Tampaknya itu yang terjadi dengan strain dari Inggris," katanya.

"Diperlukan beberapa bulan untuk memastikan strain Inggris lebih menular." "Tapi apakah itu karena jenisnya, atau lebih banyak anak-anak muda yang menularkannya?"

"Pada akhirnya, orang-orang yang paling berisiko adalah orang-orang yang berada di ruangan yang sama, dekat dengan orang-orang yang bergejala sama. Mungkin ditularkan lewat tangan, tapi bisa jadi bukan jadi faktor terbesar." "Itu tidak berbeda dengan salah satu strain itu."

Profesor Gerry Fitzgerald, pakar kesehatan masyarakat di Queensland University of Technology mengatakan strain baru lebih menular, karena sifat virus yang bermutasi menjadi kurang menular biasanya akan mati.

"Varian yang kami lihat mungkin lebih menular tetapi tampaknya varian tersebut tidak lebih berbahaya atau lebih parah daripada varian lain," kata Profesor Fitzgerald.

Baca juga: Pemerintah Pastikan Vaksin Efektif Lawan Mutasi COVID-19 B117

Apakah vaksin akan tetap ampuh untuk tangani virus asal Rusia?

Tidak cukup banyak yang diketahui tentang varian Rusia saat ini. "Sejauh ini semua buktinya adalah [vaksin] berfungsi, tetapi kita harus tunggu dan lihat saja nanti," kata Profesor Fitzgerald.

"Sampai kita menemukan varian yang tidak menanggapi vaksin, itu akan menjadi masalah." Profesor Fitzgerald sangat yakin vaksin akan efektif juga melawan virus jenis Rusia.

Penelitian awal juga menunjukkan vaksin masih akan berfungsi untuk jenis Inggris dan Afrika Selatan. "Kabar baik lainnya adalah vaksin mungkin sama efektifnya terhadap varian baru," kata Profesor Fitzgerald.

"Ini semua masih jadi informasi baru dan penelitian sedang berlangsung, sehingga mungkin saja berubah." "Tapi saat ini di antara komunitas ilmuwan ada rasa nyaman dan percaya jika vaksin akan ampuh menangani virus-virus jenis baru."

Profesor Spann mengatakan pada tahap ini itsemua tergantung pada mutasi dan perubahan protein pada virus. "Jadi pada dasarnya antibodi yang dihasilkan oleh vaksin tidak lagi mengikat protein yang meningkat," ujarnya.

"Ini berarti terjadi mutasi yang sangat besar untuk benar-benar mengubah reaksi pengikatan virus antibodi yang kita butuhkan untuk vaksin yang efektif," katanya. "Apakah mutasi ini yang melakukannya atau tidak, saya tidak membayangkan ada yang tahu, tapi saya yakin orang-orang sedang mengujinya," katanya.

Tim Pantau
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: