Pantau Flash
Gus Menteri Minta Kades Segera Salurkan BLT, Bantu Ekonomi Warga Desa di Bulan Ramadan
Berstatus WN Amerika, MK Diskualifikasi Bupati Terpilih Orient Riwu Kore
Kabar Gembira dari Update Covid-19 Hari Ini, Tambahan Kasus Sembuh Lebih Banyak dari Positif
Mutasi COVID-19 B1525 Ditemukan di Batam, Dinkes Pastikan Tak Ada Kontak Erat Pasien
34 Napi Terorisme di Lapas Gunung Sindur Ucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Inggris Berikan Suaka Politik kepada Aktivis Pro Demokrasi Hong Kong

Headline
Inggris Berikan Suaka Politik kepada Aktivis Pro Demokrasi Hong Kong Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Aktivis pro-demokrasi Hong Kong, Nathan Law, mengaku telah diberikan suaka politik oleh pemerintah Inggris.

Law telah lari dan mengasingkan diri di Inggris sejak Juli lalu ketika China resmi memberlakukan Undang-Undang Keamanan Hong Kong baru. UU itu ditujukan untuk membungkam dan memburu para pendukung demokrasi di Hong Kong.

"Setelah beberapa kali wawancara dalam empat bulan terakhir, Kementerian Luar Negeri telah memberitahu saya bahwa permohonan suaka saya disetujui," kata Law melalui kicauannya di Twitter pada Rabu (7/4) malam.

"Fakta bahwa saya diincar berdasarkan UU Keamanan Nasional menunjukkan bahwa saya menghadapi penganiayaan politik yang parah dan tidak mungkin kembali ke Hong Kong tanpa risiko," ujarnya menambahkan.

Pemberian suaka ini dipastikan banyak pihak semakin membuat relasi London dan Beijing merenggang.

Tak hanya itu, Inggris bahkan telah menyatakan membuka diri bagi warga Hong Kong yang merasa dirinya terancam setelah UU Keamanan itu diberlakukan.

Inggris bahkan berjanji akan membantu para warga Hong Kong pencari suaka untuk mendapat pekerjaan, rumah, dan sekolah.

London memperkirakan bahwa lebih dari 300 ribu penduduk Hong Kong bisa bermukim di Inggris selama lima tahun ke depan.

Dikutip Reuters, Inggris menuduh China melakukan beberapa pelanggaran terhadap perjanjian pengambilalihan wilayah Hong Kong pada 1997 lalu.

London menganggap UU Keamanan Beijing itu telah merusak otonomi Hong Kong.

Sementara itu, pemerintah Hong Kong pro-China menegaskan bahwa UU tersebut diterapkan demi menjaga keamanan wilayah tersebut yang terancam setelah demonstrasi pro-demokrasi selama berbulan-bulan pada 2019 lalu.

China juga terus menegaskan kepada negara Barat untuk berhenti mencampuri urusannya dengan Hong Kong.

Di sisi lain, warga Hong Kong memang merupakan investor asing terbesar kelima di pusat London. Komunitas warga Hong Kong telah menaikkan harga beberapa distrik populer di ibu kota Inggris.

Bank of America memperkirakan penduduk Hong Hong yang pindah ke Inggris dapat memicu investasi sebesar US$36 miliar pada 2021.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Denis Syaiful Arif

Berita Terkait: