Pantau Flash
Bamsoet Disuntik Vaksinasi Covid-19 Tahap Kedua
Total Kasus Positif COVID-19 RI Capai 1.037.993 per 28 Januari 2021
Dua Kantor Swasta di Surabaya Terapkan Denda Rp250 Ribu bagi Karyawan Tak Pakai Masker
Jenderal Wismoyo Arismunandar Tutup Usia, Mantan KASAD dan Ipar Soeharto
Uji Klinis Fase 1 Vaksin Merah Putih Pertengahan 2021

Cuitan Kaesang Pangarep Bikin Saham ANTAM Jadi Buruan Investor

Cuitan Kaesang Pangarep Bikin Saham ANTAM Jadi Buruan Investor Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Saham PT Aneka Tambang (ANTAM) sedang menjadi primadona, akibat akumulasi nilai transaksi dengan jumlah yang sangat besar. Berdasarkan data BEI, hanya dalam sepekan saja, nilai total transaksi saham ANTAM mencapai Rp 13,8 triliun dari volume saham yang ditransaksikan yang mencapai 5,8 miliar lembar saham.

Harga saham ANTAM melesat hingga 34,37% pada periode yang sama. Menariknya, kenaikan saham ANTAM terus naik setelah cuitan Kaesang Pangarep soal portofolio saham Antam dan memperkenalkan istilah Sangmology melalui akun Twitter pribadinya, 4 Januari lalu. Kicauan Kaesang tersebut cukup menjadi daya tarik bagi investor yang mulai menyimak potensi kinerja ANTAM di masa yang akan datang.

Baca juga: 5 Tahun ke Depan Pemerintah Fokus ke Industri Hilir Nikel

Apalagi sebelumnya Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa dalam lima tahun ke depan pemerintah ingin fokus ke industri hilir dari komoditas bijih nikel, yang diproduksi ANTAM. Nikel sendiri diketahui merupakan bahan baku utama industri baterai listrik.

Namun, SVP Sekretaris Perusahaan ANTAM, Kunto Hendraprawoko membantah adanya kerjasama dengan media atau influencer untuk melakukan promosi saham perusahaan.

"Perseroan senantiasa fokus pada optimalisasi kinerja produksi dan penjualan komoditas utama nikel, emas, dan bauksit, melalui penerapan protokol kesehatan yang konsisten," katanya, dalam keterbukaan informasi di BEI, katanya beberapa waktu lalu.

Selain itu, di tahun 2021, ANTAM juga terus meningkatkan nilai tambah produk, serta melaksanakan implementasi kebijakan strategis terkait dengan pengelolaan biaya yang tepat dan efisien serta dijalankan beriringan dengan situasi pandemi COVID-19 untuk dapat terus mencatatkan kinerja positif bagi para shareholder dan stakeholder.

Kenaikan harga nikel merupakan sentimen utama yang menggerakkan harga saham Antam. Harga komoditas ini tersebut melesat sejak akhir 2020.

Harga nikel dunia terus mengalami kenaikan. Di sepanjang awal tahun ini terhitung sejak 31 Desember 2020-7 Januari 2021, harga nikel di bursa berjangka, London Metal Exchange (LME) naik 8,4%.

Terakhir, harga nikel berada di US$ 17.929/ton. Kenaikan harga nikel sebenarnya sudah terjadi sejak tahun lalu ketika Indonesia sempat memboikot ekspor nikel. Sentimen dan tren mobil listrik dengan baterai yang menggunakan nikel yang terus berkembang membuat harganya melesat signifikan.

Baca juga: Kembangkan Ekonomi Pariwisata, Pemkab Purwakarta Dorong Keterlibatan Masyarakat

Permintaan nikel untuk baterai mobil listrik akan tumbuh sebesar 32% (CAGR ) pada 2019-2030 sehingga meningkatkan konsumsi nikel untuk baterai yang dapat diisi ulang hingga 24% per tahun menjadi 1,27 juta ton pada tahun 2030.

"Oleh karena itu, kami memperkirakan kontribusi baterai isi ulang terhadap konsumsi nikel akan meningkat hingga 30% pada 2030 dari hanya 5% pada 2019." tulis DBS dalam laporannya.

Kenaikan harga nikel membuat saham emiten nikel sendiri kembali melesat pada perdagangan hari ini setelah sempat terbang tinggi selama setahun terakhir.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty

Berita Terkait: