Forgot Password Register

Rusia Desak PBB Gelar Rapat Darurat Pasca Serangan AS ke Suriah

 Kondisi Suriah. (Foto: Reuters/Omar Sanadiki) Kondisi Suriah. (Foto: Reuters/Omar Sanadiki)

Pantau.com - Rusia meminta Dewan Keamanan PBB untuk segera menggelar rapat darurat menyusul serangan koalisi internasional Amerika Serikat terhadap Suriah, Sabtu (14/4/2018).

Moskow juga mengaku tengah mempertimbangkan pilihan untuk mengirim sistem pertahanan rudal S-300 untuk Suriah dalam mempertahankan diri dari serangan rudal Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

"Rusia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat darurat untuk membahas aksi agresif dari Amerika Serikat dan sekutunya," kata Presiden Vladimir Putin dalam pernyataan tertulis yang disiarkan oleh Kremlin.

Baca juga: Rusia Klaim Angkatan Militer Suriah Tembak Jatuh 71 Rudal AS dan Sekutu

Pasukan Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis telah menembakkan lebih dari 100 rudal sebagai balasan atas serangan gas beracun yang menewaskan 60 orang di Douma, Ghouta Timur, Sabtu 7 April pekan lalu. Tindakan ini adalah intervensi terbesar dari negara-negara Barat terhadap Presiden Suriah Bashar al Assad.

Putin mengatakan bahwa aksi Amerika Serikat di Suriah semakin memperburuk kondisi kemanusiaan di negara itu dan sangat merugikan warga sipil.

"Rusia sangat mengecam serangan terhadap Suriah, di mana banyak terdapat anggota militer Rusia yang membantu pemerintah sah di sana memberantas terorisme," kata Putin.

Baca juga: Trump Perintahkan Militer AS Gempur Pusat Senjata Kimia Suriah

Sebelumnya diberitakan Pantau.com, Letnan Jendral sergey ridskoy mengatakan setidaknya ada 103 rudal termasuk tomahawk ditembakkan pada beberapa target di Suriah. 71 rudal yang berhasil dihalau angkatan militer Suriah.

Kementerian pertahanan Rusia mengungkapkan, Suriah menggunakan sistem canggih buatan Uni Soviet. Seperti s-125, s-200, 2k12 KIB dan rudal buk untuk mengusir serangan.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More