Forgot Password Register

Presiden Prancis Minta Angkatan Militer AS Terus Gempur Suriah

Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Reuters/Ludovic Marin) Presiden Prancis Emmanuel Macron. (Foto: Reuters/Ludovic Marin)

Pantau.com - Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan, Presiden AS Donald Trump tidak akan mengendurkan serangan ke pusat senjata kimia di Suriah. Dan Trump diyakini akan setuju.

"Sepuluh hari yang lalu, Presiden Trump mengatakan "Amerika Serikat harus mundur dari Suriah". Kami meyakinkannya bahwa itu perlu untuk dipertahankan," kata Macron seperti dikutip Pantau.com dari Reuters, Senin (16/4/2018).

"Kami meyakinkannya bahwa (angkatan militer) perlu tinggal untuk jangka panjang."

Baca juga: Pantau Foto: Detik-detik Rudal Tomahawk AS Serang Suriah

Serangan koalisi internasional yang digawangi AS, Prancis dan Inggris terhadap Suriah adalah operasi militer besar pertama Prancis sejak pemilihan Macron pada Mei tahun lalu.

"Kami telah mencapai titik di mana serangan ini diperlukan untuk memberikan kembali kredibilitas komunitas (internasional)," terangnya.

Macron menambahkan bahwa Rusia, yang mendukung Assad secara politik dan militer, telah membuat dirinya terlibat dalam tindakan pemerintah Suriah.

"Dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) telah memahami bahwa itu tidak terjadi lagi," imbuh Macron.

"Tentu saja (Rusia) terlibat."

Baca juga: Rusia Desak PBB Gelar Rapat Darurat Pasca Serangan AS ke Suriah

Sebelumnya diberitakan Pantau.com, Amerika Serikat (AS) bersama sekutunya, Perancis dan Inggris, melancarkan serangan udara ke Suriah pada Sabtu (15/4/2018). Serangan itu menggunakan rudal jelajah Tomahawk.

Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan ditujukan untuk menghancurkan senjata kimia yang diduga dimiliki oleh rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kepala Staf Gabungan Jenderal Joseph Dunford dalam keterangan resminya di Departemen Pertahanan AS mengumumkan ada tiga lokasi yang menjadi target serangan rudal Tomahawk AS ke Suriah.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More