
Pantau.com - Mantan Presiden Perancis Nicolas Sarkozy membantah tudingan yang menyebut adanya dana dari Libya untuk kampanye pemilihannya pada tahun 2007. Sarkozy menyebut isu itu adalah suatu kebohongan yang membuat hidupnya bak berada dalam neraka.
Pernyataan ini dilontarkan Sarkozy secara tertulis dalam pembelaannya di depan pengadilan, Kamis 22 Maret 2018.
Baca juga: Presiden Myanmar Htin Kyaw Mengundurkan Diri karena Alasan Kesehatan
Sarkozy menambahkan, dirinya sudah sangat menderita sejak isu itu pertama dihembuskan oleh putra mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafy, Saif Al-Islam Gaddafi pada 2011 lalu.
"Saya dituduh hanya karena komentar yang dibuat oleh Tuan Gaddafi, anaknya, keponakannya, sepupunya, juru bicaranya, dan tidak melalui bukti fisik," kecam Sarkozy.
Meski begitu, pembelaan Sarkozy dimentahkan hakim yang menyebut mempunyai bukti kuat usai melakukan investigasi selama lima tahun.
Baca juga: Mark Zuckerberg Minta Maaf Terkait Bocornya Data Pengguna Facebook
Sebelumnya, Kepolisian Perancis menjebloskan Nicolas Sarkozy ke dalam penjara terkait dana kampanye, Selasa, 20 Maret 2018. Sarkozy diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan atas pendanaan kampanye pemilihannya.
Pemeriksaan itu adalah pertama kalinya setelah seorang rekan Sarkozy, Alexandre Djouhri ditahan di London, dan belakangan dibebaskan dengan jaminan.
Penyelidikan kasus ini bermula 5 tahun lalu, tepatnya tahun 2013. Bermula dari klaim mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi dan putranya Saif Al-Islam yang menyebut mereka mendanai kampanye Sarkozy pada 2011.
- Penulis :
- Adryan N


