Forgot Password Register

Imbas Serangan ke Suriah, PM Inggris Dicecar Kelompok Oposisi Parlemen

Perdana Menteri Inggris Theresa May. (Foto: Reuters/Hannah McKay) Perdana Menteri Inggris Theresa May. (Foto: Reuters/Hannah McKay)

Pantau.com - Perdana Menteri Inggris Theresa May menghadapi kritik keras dari parlemen karena melangkahi lembaga yudikatif tersebut saat memutuskan untuk menyerang Suriah.

Sebagian besar dari kritik itu akan datang dari kubu oposisi, namun sang perdana menteri juga harus bekerja keras membela kebijakannya dari partainya sendiri, Partai Konservatif.

Jeremy Corbyn, pemimpin kubu oposisi Partai Buruh, mempertanyakan dasar hukum dari keterlibatan Inggris dalam serangan ke Suriah. "Dia seharusnya bisa meminta persetujuan parlemen pada pekan lalu," kata Corbyn Senin (16/4/2018).

Baca juga: Pantau Foto: Unjuk Rasa di New York Protes Serangan AS ke Suriah

Inggris mengatakan bahwa mereka tidak berencana untuk menggelar serangan lanjutan ke Suriah. Namun Menteri Luar Negeri Boris Johnson, apa yang dilakukan pihaknay hanya untuk memberikan peringatan kepada Presiden Bashar Al-Assad soal senjata kimia.

Johnson kembali menegaskan bahwa serangan itu tidak bertujuan untuk mengubah rezim di Suriah, namun sebagai pesan bahwa dunia tidak akan membiarkan penggunaan senjata kimia.

Baca juga: Eks Direktur FBI: Secara Moral, Trump Tak Pantas Jadi Presiden AS

Sementara itu pihak Corbyn ingin meloloskan aturan yang membatasi kewenangan pemerintah untuk melakukan aksi militer. Misi itu diperkirakan akan mendapatkan dukungan dari parlemen, mengingat sejumlah anggota dari Partai Konservatif sudah menyatakan kekhawatiran akan memburuknya situasi di Suriah.

Meski mendapatkan dukungan internasional, posisi May di parlemen relatif rentan karena tidak mempunyai kursi mayoritas.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More