Forgot Password Register

IAEI Angkat Suara Soal Bank Muamalat

Bank Muamalat. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi) Bank Muamalat. (Foto: Pantau.com/Fery Heryadi)

Pantau.com  Ketua V Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Agustianto Mingka menilai pemerintah perlu turun tangan membantu permasalahan modal yang saat ini dialami Bank Muamalat.

Menurut Agustianto, pemerintah cukup menambahkan jumlah dana haji yang ditempatkan di bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

"Kalau pemerintah turun tangan menangani Muamalat, itu gampang sekali. Karena selama ini peran pemerintah juga sudah ada di situ melalui penempatan dana haji sehingga ditambahkan saja," ujar Agustianto, Senin (16/4/2018).

Ia menyampaikan penempatan dana haji melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tersebut, dapat membantu menguatkan permodalan Bank Muamalat sehingga mampu meningkatkan ekspansi usahanya kembali.

Baca juga: Nasib Bank Muamalat Akan 'Mujur' Jika Dimiliki BUMN?

"Dengan angka Rp4,5 triliun saja, sudah lebih dari cukup. Dana haji kita Rp105 triliun. Itu solusi yang paling mudah," kata Agustianto.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan menjawab soal kemungkinan pemerintah mengambil alih kepemilikan Bank Muamalat yang saat ini membutuhkan tambahan suntikan modal untuk ekspansi usaha.

"Saya lihat aja dulu deh persoalannya apa. Undang-undang mengatakan seperti apa, kan kita sudah ada undang-undang mengenai perbankan, Undang-Undang mengenai Jaring Pengaman Sistem Keuangan. Jadi kita lihat saja dan kebutuhan Bank Muamalat seperti apa," papar Menkeu beberapa waktu lalu.

Baca juga: Menteri BUMN: Investor Global Percaya Proyek Strategis Nasional

Di sisi lain dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Bank Muamalat tidak mengalami persoalan likuiditas yang mengkhawatirkan namun membutuhkan investor yang bisa menyuntikan modal untuk ekspansi usaha.


Share :
Komentar :

Terkait

Read More