Forgot Password Register

Hore! Perempuan Wirausaha Bakal Dikucuri Dana Bergulir

Salah satu perempuan yang menjadi pengrajin UMKM. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putrakye) Salah satu perempuan yang menjadi pengrajin UMKM. (Foto: Antara/Aditya Pradana Putrakye)

Pantau.com  Perempuan wirausaha yang tergabung dalam Perkumpulan Perempuan Wira Usaha Indonesia (Perwira), ditawari modal usaha dana bergulir yang dapat diakses melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir-Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-K UMKM).

Direktur Utama LPDB-KUMKM, Braman Setyo mengatakan pihaknya menawarkan kepada para perempuan pelaku wirausaha untuk bisa mengakses modal dana bergulir dengan suku bunga yang sangat murah.

"Saya menawarkan modal usaha dengan bunga di bawah 5 persen pertahun terserah kebutuhan modalnya berapa," kata Braman Setyo saat memberikan sambutan dalam acara Rapat Kerja Nasional Perwira I di Kuta, Bali, Senin (16/4/2018).

Ia menyampaikan pihaknya melihat potensi perempuan sebagai pelaku usaha sangat besar, terlebih saat ini perempuan menguasai hampir 70 persen bisnis fesyen, kerajinan tangan, dan kuliner.

Baca juga: Ini Alasan FinanceAsia Mendaulat Sri Mulyani Sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia Pasifik 2018

Menurut Braman, tiga bisnis tersebut saat ini sedang kekinian dan entah secara kebetulan atau tidak menjadi segmen usaha yang paling banyak digeluti oleh perempuan. Braman menambahkan, pihaknya secara khusus mengapresiasi wirausaha-wirausaha perempuan yang selama ini dikenal sangat gigih membangun disiplin dalam bekerja.

Hal itulah, yang membuatnya tidak segan untuk mengalokasikan anggaran pembiayaan khusus untuk wirausaha-wirausaha perempuan. Braman melihat selama ini persoalan wirausaha dapat dikelompokkan dalam empat hal yakni membangun kompetensi sumber daya manusia(SDM), masalah produksi, masalah pemasaran, dan masalah pembiayaan.

Secara umum, pihaknya sudah menyatakan akan memberikan kemudahan bagi UMKM untuk dapat mengakses dana bergulir, dengan tingkat suku bunga untuk sektor riil turun dari 6 persen menjadi 4,5 persen per tahun, atau setara 0,18 persen per bulan.

Baca juga: Waduh! Model Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Dinilai Ciptakan Kesenjangan Pendapatan

"Bunga untuk koperasi turun dari 9 persen menjadi 8 persen pertahun atau 0,3 persen perbulan," paparnya. Ia menjelaskan rasio kewirausahaan di Indonesia, mengalami peningkatan dari 2014 ke 2017. Pada 2014, rasio kewirasuhaan baru sebesar 1,66 persen dan meningkat 3,10 persen pada 2017. 

"Kita targetkan, rasio kewirasuhaan dapat terus tumbuh mencapai level 5 persen di akhir Pemerintahan Presiden Jokowi 2019 nanti," ujarnya.

Oleh karena itu, Ia menyarankan, anggota Perwira untuk optimistis dalam membangun usaha terlebih berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh BBC World Service melalui lembaga Globescan dan Program on International Policy Attitudes, University of Maryland (BBC news, 25 Mei2010), menyebutkan bahwa Indonesia merupakan tempat yang paling baik untuk memulai usaha.

Baca juga: Menteri BUMN: Investor Global Percaya Proyek Strategis Nasional

"Di antara 24 negara yang disurvei, posisi Indonesia berada di atas Amerika Serikat, Kanada, India dan Australia," kata Braman.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More